Tempat Curhatnya Seorang Driver Gojek

Jumat, 25 November 2016

Journey To Bali Part 2

Di Journey To Bali Part 1 sebelumnya sudah diceritakan sedikit flashback pekerjaan saya sebelum jadi driver Gojek dan latar belakang kenapa saya memilih mendaftar Gojek di daerah Bali bukan ditempat lain.  Diceritakan juga alasan sebelum akhirnya saya memutuskan untuk bermotor dari Cikarang ke Bali lewat jalur pantura.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya sudah mulai mempersiapkan diri untuk perjalanan jauh. Lari pagi dan tidur teratur untuk menjaga kebugaran badan. Tidak lupa juga saya memastikan kondisi motor agar tetap prima dan bisa diajak jalan jauh. Saya  servis dan ganti part yang kira-kira memang perlu diganti dibengkel langganan saya.

Setelah memastikan semuanya ok, tibalah hari keberangkatan tepatnya tanggal 28 Juli 2015. Saya berangkat dari Cikarang pukul 03.00 wib dini hari.

Berikut time line perjalanan Cikarang Bali Hari Pertama :

Selasa, 28 Juli 2015

Pukul 02.30 Wib
Persiapan keberangkatan, Packing-packing baju dan barang bawaan.

Pukul 03.08 Wib
Start dari Cikarang, kondisi jalanan dari Cikarang sampai Karawang dan Cikampek masih sepi. Kecepatan rata-rata 60-90 Km/Jam. Dari Cikampek sampai Pamanukan jalanan agak ramai dengan mobil-mobil truk gede.

Pukul 05.10 Wib
Sampai di pom bensin daerah Pamanukan saya beristirahat untuk Shalat Subuh, isi bensin dan sekalian sarapan pagi. Setelah cukup isrirahat saya melanjutkan kembali perjalanan.

Pukul 07.25 Wib
Sampai di daerah Plered Cirebon. Mampir di SPBU untuk isi bensin terus langsung melanjutkan perjalanan.

Pukul 10.20 Wib
Sampai di SPBU Pemalang. Istirahat dan sempat belanja cemilan pengganjal perut di toko yang ada di pom bensinnya.

Gerbang Selamat Datang di Kabupaten Pemalang

SPBU diPemalang

Pukul 13.00 Wib
Isi  bensin di SPBU daerah Kendal. Sekaligus Shalat Dhuhur dijamak dengan Ashar. Kondisi jalan ramai lancar. Ada beberapa titik yang lumayan padat diantaranya lampu merah Pekalongan dan Weleri. Selebihnya jalanan sepi dan lancar. Kecepatan kendaraan yang saya bawa stabil di 80-90 Km/Jam. Kondisi badan masih fit, mata masih segar belum terasa mengantuk dan belum terasa lapar hanya saja agak sedikit haus. Cuaca saat itu cerah.

Pukul 15.45 Wib
Sampai didaerah Kudus dan mengisi bahan bakar di sekitar daerah sana. Badan sudah mulai terasa capai, untuk menyegarkan kondisi kembali saya sempat beli Jus tomat campur madu. Lumayan lah jadi lebih seger lagi mata dan badan.

Pukul 17.22 Wib
Istirahat di depan alun-alun masjid Agung Rembang. Selain meluruskan badan, disana juga saya mengisi bahan bakar perut agar tenaga dan stamina tidak drop. Saya sempat beli soto + nasi yang jualan disekitar alun-alun. Porsinya sedikit, jadi agak kurang nendang buat ukuran perut saya yang sedang kelaparan.

Lesehan dan tempat leyeh-leyeh di Alun-Alun Kota Rembang

Menu makan sore Nasi Soto + Teh Manis


Pukul 18.15 Wib
Mampir untuk shalat Maghrib + Isya di Masjid Jami Al Islam desa  Kragan Rembang.

Masjid Jami Al Islam Kragan Rembang


Pukul 19.18 Wib
Isi  bensin sekitar daerah perbatasan antara Jawa Tengah - Jawa Timur. Kondisi badan sudah mulai kelelahan, mata sudah mulai mengantuk. Tapi masih mencoba untuk melanjutkan perjalanan sampai ke Tuban. Jalanan saat itu sudah mulai ramai padat dengan konvoi kendaraan besar dan truk-trruk gandengan.

Pukul 20.10 Wib
Sampai dialun-alun kota Tuban. Disana sepertinya saya sudah tidak kuat lagi melanjutkan perjalanan. Saya mencoba mencari penginapan murah yang terdekat. Atas informasi dari abang tukang becak yang mangkal pinggir jalan saya ditunjukan Hotel Slamet yang katanya lumayan murah sewanya.

Hotel Slamet (Sumber Gambar Google Map)


Benar saja, setelah menemui resepsionisnya ternyata masih ada kamar yang tarifnya murah. Waktu itu hanya Rp. 50 ribu semalam. Fasilitas satu tempat tidur + Kipas angin dan kamar mandi diluar. Dapat Breakfast sepotong roti + teh manis hangat.

Roti + Teh Manis

Kondisi Kamar Hotel tempat saya istirahat

OK saya ambil kamar yang ditawarkan. Saya tidak perlu kamar yang mewah dengan berbagai fasilitas, yang penting saya bisa merebahkan badan untuk beristirahat agar besok saya bisa melanjutkan perjalanan dengan kondisi badan segar. Lagipula uang yang saya pegang tidak memungkinkan untuk menyewa kamar hotel yang mahal :D

Bersambung ke Part 3  ya....

Share:

Kamis, 24 November 2016

Journey To Bali Part 1

Flashback


Sebelum menjadi driver Gojek, saya kerja di sebuah proyek kontruksi sipil di daerah Kalimantan Selatan.Beberapa hari sebelum lebaran Idhul Fitri bulan Juli 2015 saya mengajukan resign. Jadilah pas hari raya tahun itu status saya tidak punya pekerjaan.

Foto Lebaran bersama keluarga di Kampung
Disaat suasana lebaran yang meriah, berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga besar saya di kampung, saya tetap memikirkan pekerjaan apa yang harus saya lakukan setelah lebaran nanti. Kebetulan di TV nasional kala itu sedang booming dengan  fenomena ojek online. Hampir setiap hari diberitakan di tv maupun social media berita tentang driver gojek yang katanya bisa menghasilkan ratusan ribu perhari. Walaupun harus sering mendapat tekanan dari ojek pangkalan yang saat itu sedang ganas-ganasnya melakukan perlawanan terhadap armada ojek online. Tapi tetap saja antusiasme saya tentang gojek tidak langsung surut begitu saja.

Pose Personel Gojek yang kala itu saya banyak lihat disitus berita dan media sosial.
Saya malah makin tertarik, lumayan juga nih gojek buat pekerjaan baru saya nanti kata saya waktu itu. Tapi kok ya ngeri juga kalau tiap hari musti siap menyabung nyawa dijalanan menghadapi teror ojek pangkalan. Saya mencoba mencari pilihan tempat lain selain di Jakarta yang sudah dimasuki Gojek. Saya browsing, Gojek ternyata sudah ada dibeberapa kota besar diantaranya Bandung, Surabaya dan Bali.

Bali setahu saya suasana disana cenderung nyaman dan lagi kata saudari saya yang tinggal disana belum ada banyak ojek pangkalan didaerah itu. Jadi mungkin bisa mengurangi tingkat resiko gangguan keamanan pas ngegojek nantinya. Selain itu, saudari saya tidak keberatan menerima saya menumpang tempat tinggal sementara.

Atas pertimbangan itu, jadilah saya putuskan untuk mencoba mendaftar gojek didaerah Bali.

Komparasi

Persiapan perjalanan pun dimulai. Saya riset perbandingan biaya ongkos perjalanan dengan menggunakan alat transportasi dari pesawat, kereta api, bus atau bawa motor sendiri. Berikut komparasi biaya perjalanan yang dulu pernah saya buat.



Dari tabel komparasi diatas kelihatan ternyata perbedaannya sangat jauh antara bawa motor sendiri, naik bus, kereta api atau pesawat. Karena dana yang saya punya waktu itu sangat minim, maka pilihan jatuh pada bawa motor sendiri lewat jalur darat.

Rute Perjalanan

Riset lanjutan pun dilakukan. Kali ini saya mencari tahu rute yang bisa dilalui lewat jalan darat dari tempat saya tinggal di Cikarang sampai ke Denpasar Bali.  Ada dua pilihan lewat jalur Selatan atau lewat jalur pantura. Karena saya lebih familiar dengan jalur pantura, Ya sudah..... saya putuskan ambil rute pantura. Berikut kira-kira rute yang harus saya lewati :

Cikarang – Karawang – Cikampek Sukamandi – Ciasem – Pamanukan – Patrol – Kandang Haur – Lohbener – Jatibarang – Palimanan – Cirebon– Losari – Brebes – Tegal – Pemalang – Comal – Pekalongan – Batang – Weleri – Kendal – Semarang – Demak – Kudus – Pati – Rembang – Tuban – Babat – Lamongan – Gresik – Surabaya – Pasuruan – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi (Pelabuhan Ketapang) – Bali (Pelabuhan Gilimanuk) – Negara – Tabanan – Denpasar.


Rute Cikarang Denpasar

Lanjut Ke Part 2 ya.......
Share:

Definition List

Unordered List

Our Services